Distributor dan Pengecer Diminta Tidak Jual Pupuk dengan Sistem Paket

Date:

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Jatah pupuk untuk Kabupaten Sumbawa telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2022.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., tahun 2022 ini, Sumbawa mendapatkan 44.228 ton Urea atau 71,08 persen dari e-RDKK sebanyak 62.026,67 ton.

Kemudian, SP 36 e-RDKK 618,48 ton, kuota yang diberikan 435 ton atau 70,33 persen. ZA dari e-RDKK 898,85 ton, diberikan 688 ton atau 76,54 persen. NPK e-RDKK  71.390,61 ton, diberikan 10.731 ton atau 15,03 persen.

Selanjutnya, organik granula e-RDKK 106.427 ton, kuotanya 4.125 ton atau 3,87 persen. Organik cair e-RDKK 398.941 liter, hanya diberikan 3.280 liter atau 0,82 persen.

Baca juga:  Forum PSDAT Kabupaten Sumbawa Dorong Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

“Itulalah yang kita sebar di 24 kecamatan. Sesuai dengan luas areal dan potensi teknis dan non teknisnya dan berdasarkan komoditi yang ditanam oleh petani. Itu sudah kita bragdown ke 24 kecamatan sesuai dengan SK kepala dinas pertanian Kabupaten sumbawa nomor 409 tahun 2021 tentang alokasi pupuk bersubsidi di sektor pertanian,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (05/01/2022) kemarin.

“Karena kan pupuk itu mulai per 1 Januari. Alhamdulillah saya sudah mengeluarkan SK tanggal 24 Desember. Saya tidak telat. Kebetulan alhamdulillah juga produsen telah menyiapkan stok pupuk di gudangnya mereka,” tambahnya.

Wayan menjelaskan, berdasarkan SK Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Nomor 409 Tahun 2021 tanggal 24 Desember 2021 tentang alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2022, ditegaskan beberapa hal.

Baca juga:  Buka Pendaftaran Pilkada 2024, Gelora Sumbawa Cari Pasangan BJS

Pertama, distributor dan pengecer, diharapkan agar segera melakukan penebusan pupuk, sehingga segera dapat disalurkan kepada petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK sesuai dengan alokasi pupuk yang tersedia.

Kedua, harga pupuk yang disalurkan kepada petani di Lini IV atau gudang pengecer harus sesuai dengan harga HET saat ini yaitu Urea Rp 112.500 /sak, dan NPK Rp 115.000/sak.

Ketiga, kepada distributor dan pengecer diharapkan agar dalam melakukan penyaluran pupuk kepada petani, agar tidak melakukan penjualan  pupuk dengan  sistem paket antara pupuk subsidi dan non subsidi.

“Saya harapkan agar distributor dan pengecer untuk segera menindaklanjuti di wilayah kerja masing-masing,” pungkasnya. (KS/ay)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

iklan DPRD iklan caleg

Populer

More like this
Related

24 Anggota Panwascam Sumbawa Barat Dilantik

Sumbawa Barat, Kabarsumbawa.com -  Sebanyak 24 anggota Panitia Pengawas...

MXGP 2024 di Kabupaten Sumbawa Batal? Begini Kata Wabup

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Wakil Bupati Sumbawa Hj. Dewi...

Masa Jabatan 155 Kades dan 915 BPD di Kabupaten Sumbawa Diperpanjang jadi 8 Tahun

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - 155 orang kepala desa dan...

Forum PSDAT Kabupaten Sumbawa Dorong Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Rapat Forum Pengelolaan Sumber Daya...