Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memutar otak untuk menutupi defisit tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Saat ini, Sumbawa masih kekurangan minimal 20 dokter umum untuk memenuhi kriteria pelayanan dasar puskesmas.
Berdasarkan rasio pelayanan peserta BPJS Kesehatan (1 dokter melayani 5.000 peserta), Sumbawa membutuhkan minimal 80 dokter umum. Namun, saat ini baru tersedia 60 dokter yang tersebar di seluruh puskesmas. Keterbatasan ini membuat beberapa wilayah seperti Puskesmas Rhee, Labangka, Maronge, dan Ropang hanya memiliki satu orang dokter umum.
Guna mengatasi beban pelayanan medis tersebut, Pemkab Sumbawa melalui Dinas Kesehatan menempuh sejumlah langkah taktis. Salah satunya dengan membuka rekrutmen dokter melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai solusi cepat di tengah keterbatasan kuota seleksi CPNS dari pusat.
“Langkah ini menjadi alternatif kami untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di puskesmas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, Kamis (22/10/2026).
Selain rekrutmen mandiri, Pemkab Sumbawa juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui program investasi SDM. Dinas Kesehatan memberikan rekomendasi beasiswa pendidikan kedokteran bagi mahasiswa daerah, dengan syarat wajib mengabdi di Kabupaten Sumbawa setelah lulus.
“Sejauh ini sudah ada lima mahasiswa kedokteran yang kami berikan rekomendasi beasiswa. Syaratnya tegas, setelah selesai studi mereka wajib kembali dan mengabdi di Sumbawa,” tegas Sarip.
Tak hanya itu, Pemkab Sumbawa juga memaksimalkan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyiagakan dokter magang (internship) di wilayah perkotaan, serta memanfaatkan program Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan untuk memperkuat layanan di wilayah terpencil, seperti di Puskesmas Sebotok.
Sarip menambahkan, jika mengacu pada standar ideal WHO/Kemenkes (1 dokter per 1.000 penduduk) dengan jumlah penduduk Sumbawa yang mencapai 534 ribu jiwa, kebutuhan riil dokter idealnya mencapai 534 orang. Meski demikian, berbagai skema darurat dan percepatan terus digenjot agar pelayanan kesehatan masyarakat—terutama penanganan IGD dan rawat inap 24 jam—tetap berjalan optimal.
Sementara untuk layanan rujukan spesialis, kondisi di RSUD Sumbawa dinilai cukup stabil dengan tersedianya 33 dokter spesialis dasar dan penunjang, yang juga disokong oleh keberadaan RS Manambai Abdul Kadir milik Pemprov NTB. (KS)









