Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com — Transformasi digital semakin membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan pola penelitian yang lebih adaptif dan inovatif. Merespons perkembangan tersebut, Fakultas Kesehatan Universitas Samawa (UNSA) menggelar kegiatan AI FOR SMART HEALTH RESEARCH pada Jumat, 3 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi dosen dan sivitas akademika Fakultas Kesehatan UNSA untuk memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung proses penelitian di bidang kesehatan.
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Samawa, Dr. Ieke Wulan Ayu, STP., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Dekan menyoroti pentingnya kesiapan sivitas akademika dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. AI dinilai dapat menjadi salah satu teknologi pendukung yang membuka peluang baru dalam proses pendidikan maupun penelitian.
Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Ns. Laily Widya Astuti, S.Kep., M.Kep. selaku Ketua Panitia. Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai forum penyampaian materi, tetapi juga sebagai ruang bertukar pengalaman dan gagasan terkait penerapan AI dalam aktivitas riset kesehatan.
Sebagai narasumber, Romi Aprianto, M.Sc. memberikan pemaparan mengenai berbagai kemungkinan pemanfaatan AI dalam siklus penelitian. Peserta diajak melihat bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk membantu menemukan dan mengembangkan gagasan penelitian, melakukan penelusuran literatur, mengorganisasi informasi, mendukung analisis data, hingga membantu proses penulisan ilmiah.
Meski memiliki berbagai kemampuan, pemanfaatan AI dalam penelitian tetap membutuhkan kontrol dan penilaian dari peneliti. Dalam kegiatan tersebut, peserta diingatkan untuk tidak menerima keluaran AI secara langsung tanpa melakukan pemeriksaan terhadap keakuratan informasi maupun sumber yang digunakan.
Prinsip “AI sebagai partner, bukan pengganti peneliti” menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan. Peneliti tetap memegang peranan utama dalam menentukan masalah penelitian, mengambil keputusan ilmiah, melakukan interpretasi, serta memastikan bahwa proses penelitian berjalan sesuai kaidah etika dan integritas akademik.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Sejumlah peserta turut menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai penggunaan AI dalam aktivitas penelitian yang selama ini mereka lakukan. Diskusi juga membuka pembahasan mengenai peluang sekaligus tantangan yang perlu diperhatikan ketika teknologi AI mulai digunakan dalam lingkungan akademik.
Fakultas Kesehatan UNSA berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan literasi digital dan kapasitas riset sivitas akademika. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan kemampuan berpikir kritis, etika penelitian, serta tanggung jawab akademik.
Kegiatan AI FOR SMART HEALTH RESEARCH kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama antara pimpinan fakultas, narasumber, panitia, dan peserta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik Fakultas Kesehatan Universitas Samawa. (KS)









