Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Tahapan seleksi beasiswa pelatihan mekanik alat berat di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa kini memasuki fase final pada hari terakhir pelaksanaan.
Kepala UPTD BLK Sumbawa, Andy Ashary, SE, menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengeksekusi visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera yang dicanangkan oleh Bupati Sumbawa.
Program ini merupakan inisiatif strategis Bupati untuk memastikan putra daerah memiliki kedaulatan kompetensi dan kualitas SDM yang mumpuni di tengah masifnya perkembangan industri di daerah.
Menurutnya, seleksi ini merupakan kerja sama strategis yang melibatkan UT School, sebuah institusi yang memiliki posisi unik di dunia industri karena merupakan bagian dari produsen alat berat, penyedia tenaga kerja (manpower), sekaligus lembaga pelatihan berskala internasional.
Mengingat tingginya standar industri yang menuntut kedisiplinan dan profesionalisme tinggi jelas Andy, seluruh jadwal seleksi telah tertata secara sistemik dan ketat sejak awal. Dengan jumlah pendaftar yang mencapai 710 orang, tingkat kesulitan untuk mengubah jadwal sangat tinggi demi menjaga keadilan bagi seluruh peserta serta integritas sistem seleksi yang sudah disepakati bersama tim teknis.
“Perlu dipahami oleh masyarakat luas bahwa kegiatan ini bukan merupakan mekanisme rekrutmen tenaga kerja langsung, melainkan sebuah program pelatihan intensif sebagai bekal bagi pekerja lokal,” jelasnya.
Sambung Andy, pelatihan ini masuk dalam kategori durasi panjang dengan total masa pendidikan hampir satu tahun, yang mencakup pendalaman teori hingga tahapan On the Job Training (OJT). Mengingat intensitasnya, pihak BLK berharap para siswa benar-benar mempersiapkan fisik dan mental dengan sungguh-sungguh agar dapat menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan yang disiplin tersebut.
Kerja sama ini sendiri merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Dalam kerja sama ini, pelibatan UT School menjadi kunci utama sebagai penjamin kualitas SDM agar hasil dari pelatihan ini benar-benar memenuhi standar kualifikasi teknis yang dibutuhkan industri.
Lebih lanjut dijelaskan, fokus utama pemerintah adalah pada misi peningkatan kualitas SDM lokal agar lebih profesional dan kompeten, sehingga putra daerah lebih siap dan memiliki akses yang lebih mudah untuk memasuki dunia kerja. Salah satu keunggulan utama program ini adalah output siswa yang nantinya akan menjadi tenaga kerja bersertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), yang merupakan pengakuan kompetensi resmi dari negara sehingga keahlian mereka diakui secara nasional maupun internasional.
Lebih lanjut, Andy memberikan pencerahan bahwa melalui penguasaan teknologi alat berat ini, pemerintah ingin membuktikan bahwa tenaga kerja lokal Sumbawa mampu bersaing di level tertinggi. Meskipun penempatan kerja di masa depan tetap menjadi kebijakan internal perusahaan mitra, namun dengan mengantongi sertifikasi dari institusi sekelas UT School yang bersinergi dengan standar BNSP, putra daerah Sumbawa kini telah memegang “tiket emas” kompetensi.
“Langkah ini diambil demi melindungi marwah daerah dan memastikan bahwa setiap peluang kerja yang ada di masa depan dapat disambut oleh SDM lokal yang sudah sangat siap secara kualitas, legalitas profesi, dan mentalitas profesional,” pungkasnya. (KS)








