Sumbawa, kabarsumbawa.com — Kebakaran hebat melanda wilayah Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 01.30 WITA dini hari. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 31 unit rumah warga di kawasan pemukiman padat penduduk.
Api dilaporkan dengan cepat membesar dan menyebar dari satu rumah ke rumah lainnya, dipicu oleh kondisi bangunan yang berdekatan serta material yang mudah terbakar. Warga setempat sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Namun, proses pemadaman mengalami kendala serius. Akses menuju titik kebakaran dinilai sulit dijangkau oleh armada pemadam kebakaran akibat gang-gang sempit di kawasan tersebut. Hal ini menyebabkan api sulit dikendalikan dalam waktu singkat dan terus meluas hingga melahap puluhan rumah.
Peristiwa ini mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi PAN, Marliaten. Ia menilai bahwa besarnya dampak kebakaran tidak terlepas dari kondisi infrastruktur permukiman yang kurang mendukung penanganan darurat.
“Meluasnya kejadian ini salah satunya akibat sempitnya ruang gerak petugas damkar di pemukiman padat penduduk. Gang-gang yang terlalu sempit membuat akses menjadi terhambat,” ujar Marliaten.
Selain itu, dalam peristiwa tersebut dilaporkan terdapat korban jiwa, yakni satu orang petugas pemadam kebakaran yang gugur saat menjalankan tugas pemadaman.
Marliaten turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut. Ia menyatakan duka cita bagi seluruh korban kebakaran, khususnya kepada keluarga petugas damkar yang meninggal dunia saat bertugas.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga para korban diberikan ketabahan, dan khususnya kepada petugas damkar yang gugur dalam tugas, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penataan kawasan permukiman ke depan, termasuk penyediaan akses jalan yang memadai untuk kendaraan darurat. Selain itu, ia mendorong adanya edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi kebakaran serta peningkatan kesiapsiagaan lingkungan.
Saat ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait tengah melakukan pendataan kerugian serta menyalurkan bantuan darurat bagi para korban terdampak. Upaya pemulihan pascakebakaran juga menjadi fokus agar warga dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa. (Ks/)













