Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Arus mudik lebaran tahun 2026 melalui Bandara Sultan Muhammad Kharuddin Sumbawa Besar, meulai mengalami peningkatan. Otoritas bandara sumbawa memprediksi puncak arus mudik melalui jalur udara akan terjadi pada 18 dan 19 Maret 2026.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Idara (UPBU) Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Tri Pono Basuki Wijianto, mengatakan peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak pertengahan pekan lalu dan diperkirakan terus bertambah pada akhir pekan.
“Arus mudik melalui bandara ini mulai meningkat sejak 14 dan 15 Maret 2026. Namun, lonjakan jumlah penumpang tersebut masih tergolong moderat dibandingkan dengan bandara besar lainnya di Indonesia,” ujar Tri — sapaan akrab Kepala UPBU Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa saat ditemui media ini pada Rabu, (18/03).
Arus mudik melalui Bandara Sumbawa sudah dimulai pada Sabtu dan Minggu kemarin dan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 dan 19 Maret 2026 atau H-3 dan H-2 lebaran.
“Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik lebaran tahun ini, kami telah mendirikan posko terpadu lebaran sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026 mendatang,” terang Tri.
Posko tersebut melibatkan unsur bandara, TNI, POLRI, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memantau pergerakan penumpang dan memastikan pelayanan berjalan optimal.
“Saat ini terdapat tiga jadwal penerbangan yang melayani rute dari dan menuju Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, yakni dua kali penerbangan rute Sumbawa menuju Lombok serta satu penerbangan menuju Bali setiap hari,” jelas Tri.
Dalam setiap penerbangan, jumlah kursi yang terisi berkisar antara 30 hingga 40 penumpang. Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang menjelang lebaran, tingkat keterisian kursi pesawat belum sepenuhnya mencapai kapasitas maksimal.
“Kondisi itu dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya harga tiket pesawat untuk rute sumbawa menuju lombok maupun bali yang saat ini berkisar antara 900 ribu rupiah hingga 1,2 juta rupiah per orang,” tutup Tri. (KS)














