Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Progres pembangunan grai Koperasi Merah Putih (KDMP) di 157 desa dan 8 kelurahan di Kabupaten Sumbawa, masih terbilang rendah. Ketersediaan lahan menjadi kendala utama dari pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, kepada wartawan, Senin (23/02/2026) membenarkan.
“Sampai saat ini memang kondisinya hampir sudah 30 sampai 35 persen. Kenapa ini terlalu kecil, karena terkait dengan lokasi lahan,” ungkap Suharmaji di ruang kerjanya.
Dijelaskan, lokasi yang ada di desa umumnya menjadi lahan milik pemerintah daerah, maupun pemerintah provinsi atau kementerian lembaga, namun hampir sebagain besar tidak memenuhi syarat, baik luas maupun kondisi lahan.
Guna memastikan semuanya berjalan, pemerintah daerah juga saat ini tengah mencari lokasi-lokasi dari kementerian atau lembaga pemilik lahan di desa. Namun, hingga saat ini ada balasan.
“Yang paling menjadi bahan kita paling sulit adalah di kelurahan. Karena di kelurahan kita mencari lokasi yang sesuai dengan spek bangunan maupun desain bangunannya itu agak sulit. Untuk itu kita sekarang terus berbenar dalam rangka ini, namun saya optimis pemerintah Kabupaten Sumbawa akan terus berjalan dan nanti pada saatnya pasti akan terbangun semua di kelurahan,” jelasnya.
Namun demikian lanjutnya, sekitar 12 KDMP sudah mulai melakukan pembangunan grai maupun gudangnya. Salah satunya di Desa Jorok, Kecamatan Utan, yang diperkirakan usai lebaran mendatang sudah bisa broprasi.
“12 yang sudah siap membangun dan salah satu yang sedang memenuhi untuk progres itu ada di daerah Jorok Kecamatan Utan. Mendekati selesai dan mudah-mudahan nanti setelah selesai Idul Fitri sudah bisa beroperasi seperti itu,” pungkasnya. (KS/Dinda)













