Pendidikan

Sah! Fitrah Andiyan Terpilih sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Samawa 2026

Avatar photo
×

Sah! Fitrah Andiyan Terpilih sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Samawa 2026

Sebarkan artikel ini
Fitrah Andiyan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Fitrah Andiyan, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa, terpilih secara sah sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Samawa (UNSA) tahun 2026.

Pemilihan berlangsung dalam Musyawarah Besar Pembentukan Presiden Mahasiswa yang digelar di Auditorium Universitas Samawa pada Sabtu (14/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Samawa, Muhammad Wildan, M.Pd, yang mewakili Rektor Universitas Samawa, serta dihadiri perwakilan pengurus BEM Fakultas dan UKM se-Universitas Samawa.

Firtah menegaskan, semangat membawa perubahan di lingkungan kampus merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, terutama karena BEM Universitas Samawa telah vakum dalam beberapa tahun terakhir.

“Semangat untuk membawa perubahan terhadap kondisi kampus saat ini adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan dengan amanah, karena kita tahu betul bagaimana kondisi BEM Universitas Samawa yang telah fakum beberapa tahun kebelakang,” ujarnya.

Sebagaimana visi – misinya, ia ingin menjadikan BEM Universitas Samawa sebagai pusat perubahan progresif melalui harmonisasi gerakan mahasiswa. Visi tersebut diarahkan untuk mewujudkan mahasiswa emas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, serta membawa UNSA menuju skala global.

Adapun misinya mencakup harmonisasi internal dan eksternal antar organisasi mahasiswa, peningkatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa, pembangunan ruang kolaborasi kritis berbasis kajian isu strategis, serta peningkatan literasi digital dan inovasi mahasiswa di era globalisasi.

Selain fokus pada pembenahan internal kampus, Fitrah menekankan, gerakan mahasiswa juga harus hadir dalam ruang eksternal sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan daerah Kabupaten Sumbawa.

“Gerakan kita bukan hanya tentang memperbaiki internal kampus, tetapi juga gerakan eksternal sebagai tugas dan fungsi mahasiswa sebagai agent of control terhadap kebijakan kepemimpinan daerah,” katanya.

Ia menyoroti sejumlah persoalan daerah yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, seperti persoalan pendidikan, kelangkaan gas elpiji 3 kg, keberadaan tambang, hingga masalah pertanian. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh diam ketika melihat ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut, kata Fitrah, merupakan wujud transformasi gerakan intelektual mahasiswa Universitas Samawa, terlebih UNSA merupakan kampus pertama yang hadir di Kabupaten Sumbawa.

Ia berharap, semangat perubahan ini mendapat dukungan penuh dari civitas akademika dan seluruh mahasiswa Universitas Samawa demi menjaga UNSA tetap menjadi kampus terbaik di Kabupaten Sumbawa.

“Perubahan ini harus didukung penuh oleh pihak civitas akademika dan seluruh mahasiswa, karena kita ingin Universitas Samawa tetap menjadi kampus terbaik yang ada di Kabupaten Sumbawa. Maka dengan keyakinan yang kuat, yakin usaha sampai, insyaallah semuanya akan berjalan dengan baik,” pungkasnya. (KS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *