Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa mencatat 3 kasus Angka Kematian Ibu (AKI) di awal tahun 2026 ini. Jumlah tersebut menyamakan data kasus serupa di sepanjang tahun 2025.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dikes Sumbawa melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Abadi Abdullah., kepada wartawan, Selasa (09/02/2026).
Dijelaskan, pada dasarkan angka kematian ibu di Kabupaten Sumbawa mengalami tren penurunan. Di tahun 2024 tercatat 9 kasus, menurun menjadi 3 kasus di tahun 2025. Namun, pada tahun 2026 ini, di temukan 3 kasus sejak awal Januari.
“Secara angka, kita alhamdulillah sudah menurun untuk kematian ibu hamil dan melahirkan. Pada tahun 2024 ada 9 kasus, turun menjadi 3 kasus di tahun 2025. Tapi di tahun 2026 ini awal tahun sudah menyamakan angka tahun 2025,” ungkapnya.
Dikatakan, terdapat beberapa faktor kematian ibu hamil dan melahirkan. Misalnya, tidak penah melakukan pemeriksaan rutin saat halim hingga menjelang melahirkan. Termasuk juga, masih adanya ibu hamil yang usianya diatas 36 tahun.
“Faktor kematian ibu di kita masih ada ibu hamil yang tidak pernah memeriksakan kesehatannya di puskesmas mulai dari catin, hamil, dan melahirkan. Ada juga ibu hamil yang usianya menginjak diatas 36 tahun,” jelasnya.
Faktor lain lanjutnya, akses kesehatan yang sulit. Ini juga menjadi salah satu penyebab kematian ibu.
“Contohnya di Pulau Medang, karena sulit merujuk pasien. Rujuknya malam, hujan dan ombak besar di bulan Januari ini. Lama diperjalanan sampai rumah sakit sudah terlambat,” terangnya.
Untuk menekan angka kematian ibu tambahnya, petugas medis di seluruh puskesmas telah diberi pelatihan. Tahun ini, pihaknya fokus membekali mereka dengan on job training (OJT).
“Upaya dinas untuk mencegah meningkatnya kematian ibu hamil dan bayi ini pelatihan sudah dilaksanakan untuk petugas di puskesmas. Tahun ini kita fokus pada OTJ. Kita magagkan mereka ke rumah sakit terutama yang jaraknya jauh dari faskes lanjutan. Supaya tidak hanya terori, tapi pengalaman langsung menangani pasien dengan kondisi gawat,” pungkasnya. (KS/Imas/Anggi)






