Politik & Pemerintahan

BPBD Pastikan Infrastruktur Rusak Terkena Banjir Segera Ditangani 

Avatar photo
×

BPBD Pastikan Infrastruktur Rusak Terkena Banjir Segera Ditangani 

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan akibat diterjang banjir di Kecamatan Empang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, memastikan penanganan segara dilakukan di tahun ini.

Banjir setinggi hingga satu meter merendam permukiman warga, fasilitas umum, dan jalan raya utama di enam desa, yakni Desa Lamenta, Empang Bawah, Empang Atas, Pamanto, Bunga Eja, serta Desa Jotang, khususnya Dusun Tero.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, M. Nurhidayat, menjelaskan penanganan telah dilakukan sejak awal pihaknya menerima laporan dari masyarakat.

“Yang pertama kami tangani adalah evakuasi warga saat banjir melanda. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya saat mendampingi Bupati Sumbawa meninjau lokasi pascabanjir, Minggu (8/2/2026).

Setelah proses evakuasi, BPBD bersama tim gabungan langsung menyalurkan bantuan logistik darurat berupa makanan siap saji, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya bagi para korban.

“Tim gabungan langsung kami kerahkan ke lokasi untuk drop logistik dan membantu warga,” jelasnya.

Usai air surut, BPBD bergerak melakukan pendataan kerusakan infrastruktur di sejumlah desa terdampak. Tim juga turun langsung ke sungai untuk memeriksa kondisi aliran air, terutama di titik-titik luapan yang menyebabkan banjir masuk ke permukiman.

Dari hasil investigasi, BPBD menerjunkan sedikitnya tiga tim lapangan untuk mempercepat pendataan dan penanganan. Sejumlah kerusakan prioritas telah teridentifikasi, di antaranya jalan dan jembatan rusak, pengaman tebing sungai jebol, serta badan sungai yang menyempit dan dangkal akibat sedimentasi.

“Kita akan lakukan perbaikan secepatnya. Insyaallah tahun ini kita kerjakan, karena kalau terlambat bisa merusak infrastruktur lain jika terjadi bencana lagi,” tegas Nurhidayat.

Data sementara mencatat sebanyak 1.215 kepala keluarga atau sekitar 3.620 jiwa terdampak banjir. Kerusakan terparah terjadi di Desa Jotang, khususnya Dusun Tero, di mana jembatan dan badan jalan rusak, serta sekolah dasar setempat sempat terendam.

Selain perbaikan darurat, sejumlah desa juga mengusulkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti tanggul, pengaman tebing, dan bronjong di bantaran sungai guna mencegah luapan air saat hujan deras.

“Kami berkomitmen mempercepat pemulihan agar aktivitas masyarakat kembali normal serta meminimalisir risiko banjir serupa di masa mendatang,” pungkasnya. (KS/Dinda/Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *