Pendidikan

FKES UNSA Gelar Pelatihan BTCLS Berstandar Terkini, Perkuat Kapasitas Perawat Profesional di Sumbawa

Avatar photo
×

FKES UNSA Gelar Pelatihan BTCLS Berstandar Terkini, Perkuat Kapasitas Perawat Profesional di Sumbawa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Fakultas Kesehatan (FKES) Universitas Samawa (UNSA) menunjukkan komitmen nyata dalam peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dengan menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS). Kegiatan strategis ini merupakan hasil sinergi dengan Emergency Link Indonesia dan BAPELKES Mataram, diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari tenaga keperawatan se-Pulau Sumbawa dan mahasiswa Profesi Ners FKES UNSA.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kesehatan UNSA, Dr. Ieke Wulan Ayu, S.STP., M.Si., dalam sesi offline pertama. Dalam sambutannya, Dekan menekankan urgensi pelatihan ini sebagai bagian integral dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme perawat.

“Pelatihan BTCLS ini sangat krusial untuk dilaksanakan guna memastikan para perawat profesional kami memiliki kompetensi dasar yang solid dalam menangani kegawatdaruratan, sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan mitra strategis, Ns. Dian Fajriani, S.Kep., dari BAPELKES Mataram. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan harapan agar kolaborasi ini berjalan lancar dan membawa dampak berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama dan silaturahmi yang terbangun dapat terus terjalin, demi kontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Provinsi NTB,” tutur Ns. Dian.

Pelatihan BTCLS sendiri merupakan kompetensi dasar wajib bagi tenaga keperawatan dalam menangani kasus trauma dan kegagalan sirkulasi-pernafasan secara tepat dan cepat. Menyelaraskan dengan perkembangan ilmu kegawatdaruratan terkini, pelatihan edisi tahun ini menghadirkan pembaruan penting.

Direktur Emergency Link Indonesia, Ns. Antoni Eka Fajar Maulana, M.Kep., menjelaskan keistimewaan pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan tahun ini berbeda karena mengintegrasikan update terbaru sesuai dengan standar Emergency 2025.

Materi dan prosedur yang diajarkan telah disesuaikan dengan panduan dan evidence-based practice terkini, memastikan peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang paling mutakhir.

Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam keterampilan klinis dan kesiapsiagaan tenaga keperawatan di wilayah Sumbawa dalam menghadapi situasi gawat darurat, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan keselamatan pasien di Nusa Tenggara Barat. (KS/Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *