Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Air terjun Telkan di Desa Tepal mulai dikenal sebagai destinasi wisata yang memiliki Keindahan alam yang asri, bersih, dan alami menjadi alasan utama masyarakat setempat melihat potensi besar air terjun tersebut untuk dikembangkan sebagai wisata lokal.
Awal mula pengelolaan air terjun sebagai objek wisata berangkat dari harapan masyarakat Desa Tepal. Melihat kondisi air terjun yang indah dan masih alami, muncul gagasan untuk mengelolanya agar tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Meski demikian, pengembangan wisata air terjun Desa Tepal hingga kini masih menghadapi berbagai kendala. Kndisi akses jalan dan fasilitas pendukung wisata dinilai belum memadai dan masih membutuhkan banyak pembenahan.
“Kendala utama ada pada kurangnya dukungan dan akses yang belum memadai. Padahal, agar wisata ini bisa dikelola dengan baik, tentu harus didukung fasilitas yang layak dan pengelolaan yang maksimal,” ungkap Haris warga setempat.
Kendati masih memiliki keterbatasan, keberadaan air terjun Desa Tepal diyakini mampu meningkatkan citra dan nama desa. Jika dikelola dan dimanajemen dengan baik, wisata ini berpotensi menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sehingga secara tidak langsung mengangkat nama Desa Tepal.
Sejauh ini, pengunjung air terjun Desa Tepal tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bali dan Jakarta, tetapi juga dari luar negeri. Beberapa wisatawan mancanegara yang tercatat berkunjung berasal dari Amerika Serikat dan Rusia. Selain itu, mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat di Desa Tepal juga kerap menyempatkan diri mengunjungi lokasi wisata tersebut.
Waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun Desa Tepal adalah saat musim kemarau. Pada musim hujan, debit air yang meningkat berpotensi menimbulkan air bah sehingga dapat membahayakan keselamatan pengunjung.
Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, masyarakat Desa Tepal merasakan perubahan positif, terutama dari meningkatnya perhatian dan ketertarikan orang luar terhadap desa mereka.
Masyarakat pun berperan aktif dalam menjaga kebersihan kawasan air terjun demi mempertahankan keindahan dan kenyamanan wisata.
Aturan bagi pengunjung saat ini masih bersifat umum, yakni larangan membuang sampah sembarangan. Warga berharap pengunjung dapat menjaga kebersihan serta membawa dampak positif bagi masyarakat lokal.
Ke depan, masyarakat Desa Tepal berharap wisata air terjun ini dapat terus berjalan dan berkembang menjadi destinasi wisata yang dikenal dunia, mampu menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar, serta tetap menjaga kelestarian alam sebagai destinasi ekowisata berkelanjutan. (KS/PKL-Dinda/Ika/Gita)






