Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dua desa di Kabupaten Sumbawa yakni Desa Mungkin Kecamatan Orong Telu dan Desa Buin Baru Kecamatan Kuer masuk dalam ketegori rentan pangan.
“Hal ini terjadi karena di dua desa itu, terkendala minimnya sarana penyedia pangan, kurangnya tenaga kesehatan, hingga krisis air bersih,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Ahmad Yani melalui Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Syaihuddinn, saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Selasa, (13/01).
Menurutnya di tahun 2026 ini tercatat ada dua desa yang masuk dalam kategori rentan pangan prioritas dua dan tiga dengan persentase 0,61 persen di tahun 2025 dan dua desa itu berada di dua kecamatan.
“Desa yang masuk kategori rentan itu, yakni Desa Mungkin Kecamatan Orong Telu dan Desa Buin Baru di Kecamatan Buer,” tambahnya.
Menurutnya ada beberapa faktor yang membuat dua desa itu masuk kategori rentan pangan prioritas dua dan tiga.
“Desa Mungkin masuk dalam prioritas dua karena kendala utamanya adalah akses penghubung antar wilayah, minimnya akses sarana penyedia pangan,krisis air bersih, tenaga kesehatan tidak memadai dan semacamnya,” jelasnya.
Sementara Desa Buin Baru masuk dalam kategori ketiga dan kendala utamanya berada pada rasio lahan pertanian yang sangat rendah. selain itu keterbatasan fasilitas ekonomi, tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah dan akses terhadap air bersih yang belum memadai.
“Terhadap desa-desa rentan pangan itu, kami tengah berupaya untuk melakukan intervensi lebih lanjut salah satunya bantuan pangan murah, bantuan tunai langsung,dan semacamnya,” sambungnya.
Untuk program jangka panjang terhadap dua desa itu, pihaknya sudah memberikan indikator tersebut ke masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk diintervensi lebih lanjut.
“Sementara kami hanya mampu untuk mengintervensi masalah ketersediaan pangan saja sesuai dengan tugas dan fungsi kami,” terangnya.
Penetapan desa rentan pangan tidak hanya mengacu pada ketersediaan beras atau bahan pangan semata,ntetapi melalui penilaian komprehensif lintas sektor seperti sarana prasarana hingga fasilitas kesehatan dan air bersih.
Seperti halnya desa mungkin memiliki karakteristik wilayah Terdepan, Terluar,dan Tertinggal (3T) dengan keterbatasan akses jalan, layanan pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik menjadi faktor utama penilaian kerentanan.
“Secara keseluruhan kami menilai kondisi ketahanan pangan Kabupaten Sumbawa secara umum sangat baik. Karena Sumbawa memiliki sumber daya alam yang luas dan subur pada sektor pertanian, peternakan maupun pengembangan UMKM,” tutupnya. (KS)















