Politik & Pemerintahan

Pemda Sumbawa Perkuat Edukasi Remaja

Avatar photo
×

Pemda Sumbawa Perkuat Edukasi Remaja

Sebarkan artikel ini
Nnnn
dr. Nieta Ariyani

Pemda Sumbawa Perkuat Edukasi Remaja

Sumbaww Besar, Kabarsumbawa.com – Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Sumbawa, hingga 15 November 2025 tercatat sebanyak 70 pasangan mengajukan rekomendasi pernikahan di bawah umur.

Sekretaris Dinas P2KBP3A, dr. Hj. Nita Ariyani, mengungkapkan bahwa angka tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini memicu perhatian serius pemerintah daerah untuk mencegah dampak kesehatan dan sosial yang lebih luas terhadap remaja.

“Jika kita lihat data, hampir setiap hari ada yang datang meminta rekomendasi. Permohonan nikah usia anak memang meningkat,” ujarnya.

Nita menegaskan, rekomendasi hanya diberikan pada kasus tertentu yang tidak dapat dihindari, seperti faktor kehamilan. Meski begitu, ia menyoroti meningkatnya pernikahan dini yang terjadi bukan karena situasi mendesak, melainkan akibat minimnya pengawasan dan perhatian keluarga.

“Banyak remaja menikah muda karena pola asuh yang kurang optimal dan rendahnya pemahaman mengenai risiko pernikahan dini,” jelasnya.

Untuk menekan kasus serupa, Pemkab Sumbawa memperkuat kolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama, lembaga Keluarga Berencana, sekolah, dan organisasi masyarakat. Edukasi dilakukan melalui berbagai program sosialisasi mengenai pendewasaan usia perkawinan dan pentingnya perencanaan masa depan remaja

“Kami akan lebih intens turun ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi para pelajar,” tegas Nita.

Ia menambahkan, pencegahan pernikahan dini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Peran aktif keluarga dan lingkungan dinilai sangat penting dalam memberikan pemahaman dan pendampingan kepada remaja yang sedang berada pada fase rentan.

Menurutnya, jika masalah ini tidak ditangani secara serius, lonjakan pernikahan dini berpotensi memunculkan persoalan kesehatan reproduksi, putus sekolah, hingga kemiskinan baru pada generasi mendatang.

“Dengan edukasi, pendampingan, serta kerja sama lintas sektor, kami optimistis mampu menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya. (KS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *