Politik & Pemerintahan

Sumbawa Bangun Koordinasi dengan Climate Change Trust Fund

Avatar photo
×

Sumbawa Bangun Koordinasi dengan Climate Change Trust Fund

Sebarkan artikel ini
Andi Kusmayadi

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemkab Sumbawa tengah berkoordinasi dengan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dalam mengawal ekonomi biru yang saat ini tengah dicanangkan Pemerintah pusat dengan lima kebijakan strategis.

“Jadi, ada lima kebijakan di ekonomi biru yakni di perikanan, kelautan, pariwisata, konservasi yang keberlanjutan. Budi daya untuk ketersediaan pangan aquatik dan penangkapan sesuai kouta,” kata Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Sumbawa, Andi Kusmayadi, kepada wartawan belum lama ini.

Ia melanjutkan, kebijakan ekonomi biru tersebut dilakukan untuk menekan adanya aktivitas penangkapan ikan yang menggunakan alat kompresor. Kuota itu ditetapkan Pemerintah sesuai dengan asesmen berdasarkan ikan yang bisa ditangkap para nelayan.

“Sekarang ini sudah banyak keluhan dari masyarakat nelayan di mana ikan yang ditangkap saat ini kecil semua. Kami menduga ada permasalahan di ekosistem,” ucapnya.

Terkait konservasi, lanjut Andi, saat ini ada sekitar 100.000 hektare lahan konservasi di Sumbawa yang terbentang dari pesisir timur hingga wilayah barat. Jadi, untuk konservasi tersebut itu merupakan kewenangan provinsi meskipun ada beberapa zona yang menjadi tempat aktivitas masyarakat.

“Di daerah konservasi juga termasuk dalam penanggulangan masalah sampah plastik karena itu menjadi persoalan yang dihadapi saat ini oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia pun meyakinkan, pada prinsipnya Sumbawa sudah sangat siap dalam mendukung kebijakan ekonomi biru yang dicanangkan pemerintah pusat. Tentu upaya awal yang dilakukan pemerintah saat ini yakni penataan terhadap kawasan dan salah satu yang dilakukan yakni pengembangan di desa-desa.

“Kita kemarin sudah bertemu dengan 22 kepala desa di sepanjang kawasan Samota karena itu menjadi prioritas Provinsi dan mereka siap untuk mendukung program tersebut,” ujarnya.

Pola yang dilakukan terhadap 22 desa tersebut nantinya dengan pendekatan komoditas-komoditas unggulan. Dari komoditas unggulan tersebut nantinya Pemerintah akan menyusun tim pengelolaan dan pembangunan ekonomi biru.

“Kita akan membentuk tim pengelolaan dan pembangunan ekonomi biru di Sumbawa yang nantinya akan mengawal delapan klaster itu yakni budidaya, perikanan, penangkapan, konservasi, pariwisata, dan ekonomi biru terbarukan,” pungkasnya. (KS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *