Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemkab Sumbawa, tengah mengkaji untuk melakukan penyertaan modal sebesar Rp2,7 miliar ke PD BPR NTB dalam mendukung program upland bagi ratusan petani bawang penerima sebagai bantuan modal usaha.
“Penyertaan modal dilakukan pemerintah sebagai dana bergulir melalui PD BPR NTB. Jadi uang itu harus berjalan terus karena uang itu merupakan bantuan donatur,” kata Kabag Ekonomi Setda Sumbawa, H. Khaeruddin.
Haji Her menjelaskan, dana Rp2,7 miliar tersebut merupakan bantuan dari donatur tetapi untuk bisa mendapatkan uang itu harus melalui skema penyertaan modal.
Laporan pelaksanaan terhadap penyaluran uang tersebut sebagai dokumen reimburse ke donatur.
“Harus pakai uang APBD dulu, setelah uang itu semua tersalur disertai dengan bukti baru di reimburse (proses pergantian biaya) dari donatur program tersebut,” ucapnya.
Ia pun meyakinkan, pola tersebut dianggap sangat aman karena sudah berjalan beberapa tahun terakhir dan pemerintah tetap mendapat reimburse dari donatur.
Apalagi program ini sudah berjalan sejak tahun 2021 lalu dan tidak pernah terjadi masalah dalam proses penyalurannya.
“Metode tersebut sangat aman karena sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir, dan para petani kita sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut karena mereka tidak lagi harus mengeluarkan biaya yang besar,” ujarnya. (KS)







