Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbawa, mengaku pesimis untuk mengejar target investasi di tahun 2025 yang ditetapkan di angka Rp 2 triliun mengingat belum ada investor baru yang melakukan investasi di Sumbawa.“Sejauh ini belum ada investasi yang mampu mendongkrak angka tersebut, sehingga dianggap akan sangat berat untuk mengejar target karena hanya berkutat pada investasi yang sudah berjalan saja,” kata Kadis PMPTSP, Riki Trisnadi.
Target tersebut diakuinya cukup berat untuk dicapai apalagi rata-rata perusahaan yang mengurus NIB skala besar sangat minim. Bahkan jika melihat data rill investasi di Sumbawa sejak tahun 2018 hingga tahun 2025 mencapai Rp 8 triliun potensinya yang sudah terealisasi baru Rp 7,6 triliun yang datang melapor.
“Sebenarnya angka rill investasi kita sesuai potensi hanya tersisa tinggal Rp200-Rp3000 miliar saja sehingga angka Rp2 triliun sangat sulit bisa tercapai,” jelasnya.
Dirinya mengakui, target sebesar itu dianggap tidak relevan dengan kondisi investasi di Sumbawa saat ini meski dua tahun terakhir selalu mencapai target. Sebab perusahaan besar yang melakukan penanaman modal dengan nilai diatas ratusan miliar tidak ada.
“Kami berharap ada investasi baru di Sumbawa sehingga mampu mendongkrak capaian target tersebut meskipun sampai dengan saat ini belum ada investasi itu,” ucapnya. (KS)
















