Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memantapkan persiapan untuk program pengembangan klaster pangan akuatik komoditas unggulan udang yang sudah ditetapkan masuk dalam Rencana Program Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Kepala Bappeda Litbang Sumbawa, E. S. Adi Nusantara, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mempersiapkan dokumen untuk mendukung program tersebut. “Alhamdulillah untuk PSN udang masuk dalam RPJMN 2025-2029 alinea IV dan kami akan terus persiapkan dokumen untuk mendukung program tersebut,” kata Adi.
Ikhtiar untuk menjadikan PSN udang bukan tanpa alasan, tetapi dengan melihat potensi produksi udang Sumbawa yang tertinggi di Indonesia pada tahun 2022-2023 dan memberikan kontribusi pada PDB Nasional dan neraca ekspor.
Adi menambahkan bahwa pemerintah mendorong program hilirisasi dalam pengembangan pangan akuatik udang Sumbawa menjadi PSN karena beberapa permasalahan, seperti Sumbawa sebagai daerah penghasil udang tertinggi di Indonesia namun belum memberikan nilai tambah bagi perekonomian wilayah, dan infrastruktur di Kabupaten Sumbawa belum menunjang peningkatan produktifitas dan efisiensi.
Potensi pengembangan klaster pangan akuatik di Sumbawa masih besar, dengan 10.375 hektare potensi lahan, namun baru 3.142 hektare yang berproduksi. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan produktifitas tambak tradisional menjadi semi intensif.
















