Politik & Pemerintahan

Pesona Festival Moyo Diharapkan Jadi Agenda Nasional

Avatar photo
×

Pesona Festival Moyo Diharapkan Jadi Agenda Nasional

Sebarkan artikel ini
Ir. Junaidi, MSi. Kadisporabudpar
Ir. Junaidi, MSi. Kadis Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa
Ir. Junaidi, MSi. Kadisporabudpar
Ir. Junaidi, MSi.
Kadis Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Even Pesona Festival Moyo akan menjadi agenda tetap dari dinas pariwisata Provinsi NTB. Seiring dengan adanya intervensi dari provinsi terhadap agenda tahunan tersebut, diharapkan dapat didorong untuk menjadi even nasional, dan termasuk dalam salah satu agenda Kementrian Pariwisata.

 

“Makanya ada perubahan nama dari “Festival Moyo” menjadi “Pesona Festival Moyo”. Itu karena provinsi terlibat,” kata Ir. Junaidi, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, kepada wartawan di Setda Sumbawa Selasa (22/08)..

 

Dijelaskan, selain berdiri sendiri, event tersebut juga akan termasuk dalam bagian “Pesona Lombok-Sumbawa” yang akan diselenggarakan dari 18 September hingga 16 Oktober 2017. Sedangkan even Pesona Festival Moyo akan digelar dari 10 September hingga 9 Oktober 2017.

 

“Sehingga ada masuk acara Pesona Festival Moyo, selama 7 hari,” katanya.

 

Ia menambahkan, dalam event tahun ini, provinsi akan berkontribusi cukup besar. Sehingga beberapa pertemuan yang sempat dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, dihajatkan sebagai memadukan keinginan Kabupaten Sumbawa dan Pemprov NTB.

 

“Hasil koordinasi selama empat hari. Diputuskanlah, pelaksanaan pembukaan di halaman Kantor Bupati Sumbawa. Sebelumnya direncanakan di Wisma Daerah, tapi karena ada tragedy kemarin lalu disepakati untuk dipindah. Dan halaman Kantor Bupati dianggap lebih refresentatif,” ujarnya, juga mengatakan, dalam event tersebut rencananya dilaksanakan sedikitnya 16 kegiatan, yang ditambah dengan kegiatan diskusi atas inisiatif dari putra dearah sumbawa yang kini berada di luar sumbawa.

 

Menurutnya, saat ini kegiatan non fisik telah rampung, salah satunya pembentukan dan persiapan painitia pelaksanaan. Sedangkan untuk kegiatan fisik, telah dilakukan pemetaan stand di lapangan kerato untuk kegiatan pameran.

 

“Rapat teknis dalam rangka pelaksanaan agenda kegiatan yang dihardiri seluruh koordinator masing-masing seksi. Ini terkait dengan penajaman dan pemantapan tentang kesiapan acara, lokasi kegiatan, strategi bagaimana membuat lebih baik. Masing-masing seksi  mempersiapkan pelaksanaan kegiatan,” ungkapnya. (KS/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *