Politik & Pemerintahan

Komisi IV: Penanganan DBD Diperlukan Langkah Antisipatif

Avatar photo
×

Komisi IV: Penanganan DBD Diperlukan Langkah Antisipatif

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbawa Andi Rusni SE
Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbawa
Andi Rusni SE

Sumbawa Besar,Kabar Sumbawa – Memasuki musim penghujan pada tahun 2017 ini, pentingnya kesadaran semua pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya, hal itu perlu dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari segala bentuk ancaman penyakit yang sering terjadi ketika musim penghujan datang, dan bukan sebaliknya upaya antisipasi baru dilakukan ketika penyakit telah menyerang kita, hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbawa Andi Rusni SE yang dikonfirmasi Minggu (8/1/17).

Menurut Andis Sapaan Akrab Andi Rusni mengatakan, kasus DBD yang terjadi baru-baru ini di Kelurahan Brang Bara dan Wilayah PPN Bukit permai Kelurahan Seketeng seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak seperti pemerintah dan masyarakat,dimana keduanya harus bersama-sama bergandengan dalam mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi pada setiap musim penghujan, “ jangan ketika sudah ada korban baru semua pihak bergerak kita tidak seharusnya menunggu ada korban”.katanya.

IKLAN PERTAMINA
banner 325x300

Lanjut Andis, peran aktif dan langkah antisipatif semua pihak yang ia maksud dalam hal ini, pemerintah melalui dinas terkait hingga kelevel bawah, lebih awal sudah memberikan sosialisasi dan penyuluhan akan kemungkinan bahayanya berbagai penyakit yang akan menyerang pada musim penghujan, terutama lokasi pemukiman yang dianggap sering terjadinya kasus DBD atau sesuaikan dengan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan. demikian juga lokasi pemukiman masyarakat yang telah terjangkit bahkan ada korbannya, pemerintah segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan penyemprotan atau Foging serta menyebarkan Abate.

Demikian juga dengan peran aktif masyarakat dalam mencegah terjadinya DBD dan penyakit lainnya, dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan serta memperhatikan setiap lokasi yang dianggap menjadi sumber penyakit seperti, Bak mandi, saluran air, tempat pembuangan sampah dan yang lainya. Dan yang paling penting melakukan gotong royong bersama minimal seminggu sekali, dan jika hal itu dapat dilakukan secara bersama-sama , maka apa yang di kwatirkan dapat diminimalisir sejak dini.”harapnya”(KS/002)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *