Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat (NTB) memprediksi musim kemarau tahun 2026 untuk wilayah Kabupaten Sumbawa datang lebih awal dari biasanya.
Selain itu juga, BMKG memperkirkan kekeringan tahun ini bersifat lebih kering dan lebih panjang. Masyarakat dihimbau untuk melakukan berbagai penyesuaian.
Kepala Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) Nuga Putrantijo, S.P., M.Si., menjelaskan, prodiksi awal musim kamarau di Kabupaten Sumbawa terjadi pada dasarian 1 atau sekitar tanggal 01 sampai dengan 10 Arpril.
“Kecuali Kecamatan Plampang, Empang, dan Tarano diperkirakan pada dasarian II April atau 11 sampai 20 April,” jelasnya.
Lanjutnya, sifat musim kemarau kali ini diprediksi berada di bawah normal. Artinya, cuaca akan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kemarau kali ini untuk wilayah Kabupaten Sumbawa dan KSB akan lebih kering dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Berdasarkan analisis iklim yang dilakukan sambungnya, durasi musim kemarau kali akan cukup panjang sekitar 8 sampai dengan 9 bulan. Puncaknya, diperkirakan terjadi pada bulan Agustus mendatang.
“Puncaknya diperkirakan Agustus, semantara durasinya sekitar 8 sampai 9 bulan,” tukasnya.
Terhadap kondisi tersebut, pihaknya menyarakan agar petani melakukan pnyesuaian jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan, membutuhkan lebih sedikit air (hemat air) serta memiliki siklus tanam yang pendek.
Kemudian, pemerintah daerah dan masyarakat dihimbau untuk menjaga ketersediaan sumber daya air secara optimal dan mengatur penggunaan irigasi secara efektif
“Tidak kalah penting, mengantisipasi potensi dampak kekeringan terhadap sector kebersihan, Kesehatan serta potensi kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (KS)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan