Berita PilihanHeadlinePolitik & PemerintahanTokoh

Ulang Tahun Sumbawa dan Harapan dari Baodesa : Infrastruktur Jalan untuk Jaga Nilai Hasil Pertanian

Avatar photo
×

Ulang Tahun Sumbawa dan Harapan dari Baodesa : Infrastruktur Jalan untuk Jaga Nilai Hasil Pertanian

Sebarkan artikel ini
Rifal Fahmi

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com  – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa, perhatian publik kerap tertuju pada pusat kota dan program pembangunan berskala besar. Namun di balik perayaan tersebut, masih ada suara dari desa-desa terpencil yang berharap pembangunan dapat dirasakan secara merata, salah satunya Desa Baodesa, Kecamatan Batulanteh.

Desa Baodesa merupakan wilayah dengan potensi pertanian yang sangat besar. Komoditas seperti kopi, alpukat, dan jahe menjadi sumber utama penghidupan masyarakat. Kopi dari wilayah perbukitan Batulanteh dikenal memiliki kualitas baik, sementara alpukat dan jahe berpeluang menjadi komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi apabila didukung sistem distribusi yang memadai. Ketimpangan pembangunan ini menjadi catatan kritis dari pemuda Desa Baodesa.

Rifal Fahmi, Ketua Karang Taruna Desa Baodesa, mengatakan bahwa kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah menjadi kendala utama. Akses jalan dari Desa Baodesa menuju Kota Sumbawa sangat sulit dilalui.

Alpukat yang dibawa ke kota sering kali rusak di perjalanan dan saat tiba sudah jadi jus alpukat. Akibatnya, hasil pertanian tidak dapat dijual langsung dalam kondisi segar.

Kondisi ini secara langsung menurunkan nilai jual hasil bumi petani, memperpanjang rantai distribusi, serta mengurangi pendapatan masyarakat desa. Padahal, dengan akses jalan yang layak, petani Desa Baodesa dapat menjual hasil panen lebih cepat, menjaga kualitas produk, dan menembus pasar kota dengan harga yang lebih adil.

Dalam konteks peringatan ulang tahun Sumbawa, ia mempertanyakan apa yang didapat Kecamatan Batulanteh, khususnya Desa Baodesa.

Harapannya, momentum ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi refleksi bersama bahwa pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan desa dan akses pertanian, merupakan kunci pemerataan kesejahteraan.

Menurutnya, Desa Baodesa tidak meminta kemewahan, melainkan akses yang layak, agar hasil kerja keras petani tidak rusak di jalan sebelum sampai ke pasar.

“Seperti yang pernah dikatakan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, Indonesia tidak akan bercahaya oleh obor-obor besar di kota, melainkan oleh lilin-lilin kecil di desa,” ujar Rifal Fahmi, Ketua Karang Taruna Desa Baodesa. (KS/Pkl-Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *