Ekonomi

UNSA Latih Peternak Sumbawa Ubah Feses Ayam Jadi Pupuk Kompos Ramah Lingkungan

Avatar photo
×

UNSA Latih Peternak Sumbawa Ubah Feses Ayam Jadi Pupuk Kompos Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Samawa (UNSA) melatih peternak di Kelompok Tani Ternak (KTT) SADAK, Sumbawa Besar, untuk mengolah feses ayam petelur menjadi pupuk kompos. Pelatihan yang digelar belum lama ini bertujuan mengatasi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Asrul Hamdani, M.Si., yang memberikan materi teknis dan praktik pengolahan limbah feses menjadi pupuk organik bernilai ekonomis. Tim UNSA terdiri dari Dr. Ir. Sudirman, S.Pt., M.Si., IPM, Asrul Hamdani, S.Si., M.Si., dan Wening Kusumawardani, SP., MP.

Peserta pelatihan mempelajari proses pengolahan kompos mulai dari pemilahan bahan, pencampuran feses ayam dengan sekam padi, hingga fermentasi menggunakan EM4 dan molases. Bahan-bahan ini dipilih karena mudah didapat dan murah, sehingga cocok untuk peternak skala kecil.

Langkah awal pengomposan dimulai dengan memisahkan bahan organik dari kontaminan seperti plastik dan logam. Kemudian, bahan kaya nitrogen (feses ayam) dicampur dengan bahan kaya karbon (sekam padi) dalam takaran seimbang. Proses ini penting untuk mempercepat penguraian dan menghasilkan kompos yang berkualitas.

Selanjutnya, peserta menambahkan larutan EM4 dan molases ke dalam campuran untuk mempercepat fermentasi. EM4 mengandung mikroorganisme aktif, sementara molases menjadi sumber energi tambahan bagi mikroba pengurai.

Selama fermentasi yang berlangsung 3–4 minggu, peserta diminta memantau suhu, kelembapan, dan bau tumpukan kompos. Tujuannya agar proses berjalan optimal tanpa menimbulkan bau busuk atau pembusukan akibat kelembapan berlebih.

Kompos matang ditandai dengan warna cokelat kehitaman, bau seperti tanah hutan, dan tekstur remah. Kompos ini bisa langsung digunakan untuk pertanian atau dijual sebagai pupuk organik bernilai jual tinggi.

Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dukungan pendanaan dari DPPM Kemendikbudristek memungkinkan kegiatan ini berjalan efektif dalam mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Dengan pelatihan ini, limbah feses ayam petelur yang semula menjadi masalah kini bertransformasi menjadi solusi bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan peternak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *