Sumbwa Besar, Kabarsumbawa.com – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sumbawa dikabarkan meninggal dunia di Brunei Darussalam. Kabar meninggalnya pahlawan devisa ini, pertama kali beredar di media sosial (Facebook). Informasi tersebut pertama kali di unggah ke dalam group Facebook “Rungan Samawa” oleh akun Ayudia Oneheart Azzahra, Jum’at (06/09/2019) siang tadi.
Terkait kabar tersebut, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tarnsmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kabid Penta, Khaeril Anwar, di ruang kerjanya, membenarkan.
Dikatakan, PMI yang dikabarkan meninggal dunia di Brunei itu, bernama Reni Mayasari (36) warga Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa.
Informasi meninggalanya PMI ini lanjutnya, pihaknya pertama kali mendapatkan informasi dari keluarga almarhumah. Kemudian, pihaknya mencoba malakukan penulusuran ke Atase Ketenagakerajaan yang ada di Brunei.
“Memang si informasi yang kita dapat lewat pihak keluarga, atas nama Reni Mayasari meninggal dunia di Brunei. Kemudian kita coba informasi ke Atase Ketenagakerjaan yang ada di Brunai, memang benar informasninya tentang PMI warga Sumbawa yang meninggal dunia,” ujarnya.
“Sehingga kami telusuri kembali dengan BNP2TKi dan BP3TKI Mataram, mereka sudah memberikan informasi terhadap kebenarannya,” sambungnya.
Terkait penyebab serta kapan yang bersangkutan meninggal dunia, pihaknya masih meninggu surat resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brunei. Informasinya kata Khaeril, jenzah alhamrumah akan diotopsi pada Sabtu besok di Berunei. Selanjutnya jenazah direncanakan akan dipulangkan dari Berunei menuju Jakarta pada hari Senin mendatang. Kemudian hari Selasa sekitar pukul 05.00 waktu setempat akan dikirim dari Jakarta ke Lombok. Baru kemudian akan di kirim dari Lombok ke kampung halamannya untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Untuk kronologi kami masih tunggu dari KBRI, sementara kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk minta kesiapan surat menyurat, yakni permintaan keluarga untuk jenazahnya di pulangkan ke Sumbawa. Karena rencana di kirim hari Senin malam pukul 00.30 ke Jakarta, kemudian jam 5 akan lanjut ke Lombok hari selasa,” terangnya.
Ditambahkan, berdasarkan paspor, yang bersangkutan berangkat ke Brunei pada tahun 2015 lalu. Ia berangkat melalui prosedur resmi.
“Dari paspor dia berangkat tahun 2015 ke Berunai Darussalam, dia berangkat resmi. Cuma penyebab kematiannya belum kita ketahui. Untuk sementara data yang kami terima baik dari Atase Ketenagakerjaan Brunei dengan BNP2TKI dan BP3TKI yang infokan ke kita kemudian kita informasikan ke kelaurga,” pungkasnya. (KS/aly)